Selasa, 08 Februari 2011

MACAM-MACAM PENYAKIT DARAH

Seperti yang kita ketahui, banyak sekali jenis penyakit yang bisa menyerang tubuh. Baik penyakit ringan maupun penyakit yang bisa menimbulkan kematian. Salah satu penyakit yang cukup banyak diderita adalah jenis penyakit darah.
Darah adalah cairan dalam tubuh yang berfungsi untuk menyalurkan sari makanan, oksigen, dan zat-zat kimia lain ke seluruh bagian tubuh. Selain sebagai distributor, darah punya peran penting untuk menjaga ketahanan/kekebalan tubuh agar tak mudah terserang penyakit.
Seperti namanya, penyakit darah adalah penyakit yang menyerang darah. Penyebab penyakit darah adalah adanya suatu kelainan fungsi atau perilaku darah dalam tubuh karena hal-hal tertentu. Misalnya, akibat virus, kelainan genetik, atau juga bisa diakibatkan oleh kurangnya zat tertentu yang dibutuhkan oleh darah. 
Apa Saja Macam Penyakit Darah?
Berikut ini adalah beberapa contoh penyakit darah yang bias menambah wawasan Anda sekaligus bagaimana cara menghindarinya.
• Anemia
Penyakit darah ini tentu tak asing lagi. Penyebab anemia adalah kurangnya pasokan zat besi pada darah, sedangkan zat besi adalah zat yang sangat membantu dalam proses pembentukan hemoglobin dalam sel darah.
Hemoglobin sendiri berfungsi mengikat oksigen. Bila miskin zat besi, hemoglobin susah terbentuk, maka oksigen dalam tubuh pun tidak bisa terdistribusi dengan baik.
Konsumsi makanan ber-zat besi tinggi, seperti sayur, telur, ikan, atau hati (jerohan), adalah langkah baik untuk menghindari penyakit darah ini.

• Thalasemia
Ini adalah penyakit darah yang hampir mirip dengan anemia. Penyakit ini juga sering disebut sebagai penyakit anemia akut. Penyabab adalah adanya gangguan pada aktivitas di dalam sel darah merah dalam sintesis/pembentukan hemoglobin yang kemudian mengakibatkan kerusakan sel darah.
Penderita penyakit darah ini bisa memiliki hemoglobin yang sangat kurang atau bahkan hampir tidak ada sama sekali karena . Karena itu pada beberapa kasus, penderitanya harus rutin transfusi darah.
Penderita thalasemia bisa sembuh dengan cara transplantasi sum-sum tulang atau teknologi sel punca yang baru-baru ini ditemukan (sel punca: sel induk dalam tubuh yang diklaim bisa berkembang menjadi sel darah)

• Hipertensi dan hipotensi
Penyakit darah yang satu ini disebabkan oleh kelainan tekanan darah yang dipompa oleh jantung menuju ke seluruh pembuluh darah di tubuh.
Hipertensi adalah tekanan darah tinggi (di atas 140/90 mmHg), dimana penyebabnya bisa bermacam-macam. Mulai dari penggunaan obat-obatan, jarang olah raga, obestias/kegemukan, terlalu stres atau mengkonsumsi alkohol dan garam dalam jumlah tinggi.
Hipotensi adalah tekanan darah rendah (di bawah 90/60 mmHg). Penyebabnya adalah kurangnya darah yang dipompa dari jantung dan juga karena terjadinya pelebaran pembuluh darah (bisa karena obat-obatan)

• Hemofilia
Penyakit darah yang satu ini disebabkan karena sel darah kehilangan kemampuannya untuk membeku. Karena itu, penderita hemofilia yang terluka kecil pun bisa sangat membahayakan karena darah tidak mau membeku dan bisa saja terus mengalir.
Umumnya hanya pria saja yang menderita hemofilia, wanita hanya sebagai carier (pembawa), namun bisa juga terkena penyakit ini bila ayahnya adalah penderita hemofilia dan ibunya adalah seorang carier.
Penyakit ini adalah penyakit akibat kelainan gen. Penderita hemofilia yang paling populer adalah pada silsilah keluarga kerajaan Inggris, dimana pada keluarga tersebut banyak terjadi perkawinan antar anggota keluarga yang masih memiliki hubungan darah.

• Leukimia
Penyakit darah ini juga disebut sebagai kanker darah, dimana terjadi kelainan pada sel darah putih. Sel darah putih sendiri adalah sel yang berperan penting dalam melawan penyakit.
Namun, pada leukemia, produksi sel darah putih sangat berlebih karena terjadi pembelahan sel yang terus-menerus dan tidak terkontrol. Sel darah putih yang melimpah ini pun ibarat “senjata makan tuan”, yang semula berfungsi melawan penyakit malah berubah fungsi untuk menyerang tubuh kita.

• Demam Berdarah Dengue (DBD)
Penyakit darah ini disebabkan oleh virus yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti. Akibat virus ini, terjadi penurunan jumlah trombosit dalam darah.
Penyakit yang satu ini termasuk dalam penyebab kematian terbanyak di Indonesia, hal ini wajar mengingat gaya hidup masyarakat tentang kebersihan lingkungan masih kurang terjaga, sehingga nyamuk-nyamuk pembawa DBD bisa berkembang biak dengan baik.
Penyakit yang belum ada obatnya ini bisa sembuh dengan sendirinya bila penderita meningkatkan kekebalan tubuh dengan banyak memakan makanan bergizi, vitamin C, dan banyak-banyak minum air putih.
Selain itu, kunci penting dalam penyembuhan DBD adalah pendeteksian dini penyakit.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar